Odd Couple Chronicle

(Di Singapura) Naik Sepeda itu Tidak Asyik October 25, 2005

Filed under: Uncategorized — ambar @ 10:12 am

Semenjak hidup di Singapura 8 bulan ini kami ngga mempunyai mobil. Alasan utama adalah uang. Berapa duit untuk beli dan bayar permit. Belum lagi road tax dan asuransi. Apalagi Singapura ini negara kecil dan moda transportasi umum sangat nyaman. Taxi terhitung murah, dan MRT gampang ditemui.

Alasan lainnya adalah membiasakan ngga manja. Jalan kaki dan sepedaan menjadi menu utama. Peta Singapura di tangan kami hanya berumur dua bulan, lecek dan sobek sana-sini. Tapi sungguh bersepeda itu menyenangkan disamping kulit jadi item….
Hanya saja di Singapura ini pedestrian dan cyclist adalah kelas kesekian dari pemakai jalan. Beberapa kali saya disumpah serapah pengemudi mobil yang tak sabar. Bahkan di pelican crossing sekalipun yang ada tanda lampu amber dengan jelas2 ketentuan lalulintas mengatakan bahwa memberikan prioritas yang SEDANG menyeberang. Anak teman saya ketika pulang belanja akan ditabrak mobil di kompleks HDBnya -wilayah yang tentu dengan speed limit yang 15km/jam itu.

Yang menyedihkan adalah arogansi empunya mobil yang seakan kami pengendara sepeda ini adalah klas buruh. Di Singapura kebanyakan pengendara sepeda adalah beretnis India yang kebetulan pekerjaannya buruh konstruksi. Narrow minded ….tapi begitulah.
Saya yang terbiasa dengan lalulintas di Inggris jadi agak berang. Motorist atau apapun yang bermotor harus memberikan prioritas kepada non-motorist. Lucunya motorist lawan motorist juga sering terjadi di ruas S’pore-Malaysia. Bahkan terjadi penikaman di jalan karena sopir depannya memotong jalur dan membuat agresive gesture.

Walah ini toh yang dinamakan Singapore’s kindness ???

 

13 Responses to “(Di Singapura) Naik Sepeda itu Tidak Asyik”

  1. Hany Says:

    Yak ampun, masih inget aja kejadian itu. Aku malah udah lupa kalo nggak baca ini. Itu sepeda lg nongkrong deket sate, yak? Hehehe…

  2. doeljoni Says:

    hehehe… gitu yah mbak…

    padahal singapura lebih maju,
    kemajuan gak selalu sejalan dengan…penghargaan bersepeda… hahahhaha

  3. widie Says:

    Bersepeda sebenernya sangat menyenangkan, bikin sehat tapi kadang kala bersepeda malah bikin perut lapar..hehe..gimana ga lapar habis ngayuh langsung ambil nasi sebakul walah…ndut dong..hehe..
    Ada enaknya dan ada ga nya ya..enaknya praktis, ga usah bayar macem2…ga enaknya suka di klakson2 orang yah..kasian hiks.

  4. yanti Says:

    Mbak, nggak ngira sebegitu kejamnya jalanan di sana😦

  5. Shendy Says:

    sama aja dong kayak di indo, pengendara roda dua tidak dapat prioritas..

    emang disana gag ada jalur terpisah juga yah bwat roda dua? yang aku denger sih kalau di cina pengendara sepeda punya jalur sendiri..entah di negra lain gmn..

  6. --ambar-- Says:

    hu hu hu itulah kenapa susah sepedaan disini. Orang-orang nganggep itu ndeso, kampungan, ngga elite…
    Padahal ini palaing sehat, hemat, dan bersahabat

  7. he he … betul sekali mbak. naik sepeda di singapore itu rawan diserempet SBS, truk, mobil dg sopir edan. yg bikin males beli sepeda itu karena maling juga banyak di singapore …

  8. mamaX Qs Says:

    Paling enak bersepeda di daerah east mamee….PasirRis dan sekitarnya….udara seger dan ngga panas lagi. Wah…paling doyan ama daddy n Q1, tp setelah ada Q2 jadi repot soalnya boncengannya cuman 1 hihihihihi

  9. waktu di pasir ris,suka dibonceng sepeda sama suami,dari rumah ke stasiun mrt
    hasilnya? ban belakang sepeda mledos 2 kali (menandakan yg dibonceng beratnya luarrr biasa),rok kotor kena oli..
    hasil lainnya, perut suami jadi kempes..hehe..bagus tho?istri mendorong suami jadi sehat dgn minta dibonceng sepeda..

  10. --ambar-- Says:

    wadoww saya juga sering kempes tuh, tapi di Sing ngga ada tukang tambal ban. Jadi bawanya ban cadangan…. hi hi romantis sekali sepedaan berdua.

  11. Anonymous Says:

    hey don’t tell this shit doesn’t happen to ur own country,what a big joke

  12. kere kemplu Says:

    tulisan yang ini aku link ya… thx.

  13. berto Says:

    di jakarta agak lebih parah.
    tapi cuek aja mbak.
    kita sedang sibuk kampanye Bike To Work di Jakarta.moga moga kalo ke Jakarta kelak, udah lebih enak sepedaan di jakarta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s